Sejak pertama kali bertemu, saya merasa sesuatu yang baru. Yang sangat berbeda dari diri saya ini. Dia rajin, lucu, jayus mungkin bisa dibilang juga, sopan, baik, dan masih banyak hal lainnya yang tidak bisa saya sebut satu-persatu. Mungkin memang sifat kami yang berlawanan memacu pemikiran saya yang berbeda dari biasanya. Tapi itu sangat mempengaruhi sifat saya ini, yang pemalu, pendiam, anti-sosial, introvert, dan ga PD.
Pertama-tama saya jadi lebih memerhatikan dia, bagaimana tingkah lakunya, bagaimana sikapnya terhadap orang lain, bagaimana dia berkomunikasi dengan orang lain yang bisa dibilang mudah untuk dirinya, jika dibandingkan dengan saya. Saya memang cupu! Tidak bisa memulai komunikasi dengan orang lain duluan. Bagaimana ke depannya jika saya begini terus. Tentu saja saya akan terhambat dalam melakukan pekerjaan. Huh..
Makin lama waktu berlalu, saya sudah tahu bagaimana dia melakukannya, bagaimana cara-cara mencari topik pembicaraan yang tidak penting tapi bisa menghangatkan suasana dalam perbincangan. Tapi, tidak semudah itu mencari topik dan mengambil inisiatif. Dibutuhkan keberanian dan pikiran. Yang pastinya saya tidak bisa langsung begitu saja bisa. Diperlukan waktu untuk belajar dan mempraktekkannya.
Hal lain yang saya suka dari dirinya adalah pandangannya terhadap diri sendiri yang sangat kuat. Dia tidak terlalu mementingkan/memusingkan pendapat orang lain terhadapnya, tidak seperti saya yang sangat mengkhawatirkannya. Dia juga polos terhadap sesuatu hal yang mengejutkan saya. Dan ternyata saya dibuat kagum olehnya.
Tapi ada satu hal yang saya dibuat kagum olehnya berkali-kali, yaitu kedekatannya kepada Tuhan, kesetiaannya pada Tuhan, cintanya kepada Tuhan, kasihnya kepada Tuhan, dan segalanya untuk Tuhan sudah saya rasakan. Dia sudah menjadi terang bagi sekitarnya, yang mungkin tidak semua. Tapi jelas-jelas saya merasakannya.
Terima kasih Tuhan untuk anugerah-Mu yang paling indah di dunia ini, Engkau telah mengaruniakan dia untuk bertemu dengan saya, dan karena itulah saya menjadi lebih dekat dan ingin mengenal-Mu lebih jauh. Mau merasakan kasih-Mu yang luar biasa dan membaginya terhadap sekitar saya agar bisa merasakannya juga.
Thank you for patience, kindness, holiness, and love that God have given me through you, my roommate. ^ ^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar