Kamis, 12 April 2012

Stop or Continue

Ada saat di mana kita berada di keadaan mengambang, a.k.a. tidak tahu harus berada di mana. Sehingga kita tidak bisa menentukan keputusan kita ke depannya. Waktu bagaikan sesuatu yang terus berpacu, tapi perasaan itu tetap ada. Mencari hal lain untuk dipikirkan hanya sia-sia saja. Sudah tidak peduli lagi dengan waktu ke depannya dan mau lari dari kenyataan yang ada.

Itulah yang saya rasakan sekarang. Tidak peduli seberapa hebat atau sempurnanya di mata orang lain, saya tetap saya yang merupakan manusia biasa, rapuh, dan tidak mempunyai pendirian yang kuat. Itu mungkin adalah kelemahan saya. 

Sekarang saya memikirkan suatu hal yang egois lebih tepatnya. Saya mengikuti 2 jenis perlombaan olahraga di Olymphiart ini. Tapi saya merasa, atau mungkin memang kenyataannya saya tidak jago dalam kedua hal tersebut. Hal itu disebabkan oleh kemalasan saya yang tidak pernah ikut latihan. Salahkah saya? Jelas-jelas salah!!! Saya hanya mementingkan sesuatu yang merugikan saya sendiri. Dan pada akhirnya saya tidak bisa ikut serta langsung dalam kedua perlombaan itu a.k. jadi pemain cadangan. Padahal saya seharusnya bangga karena sudah ikut dalam tim tersebut dan berpartisipasi di dalamnya untuk memenangkan perlombaan ini, begitulah yang seharusnya dilihat orang lain kan? Tapi nyatanya saya adalah diri saya sendiri bukan orang lain. Yang merasakan itu semua adalah saya! Saya merasa tidak berguna dan saya berpikir apabila saya keluar dari kedua perlombaan itu maka tidak akan berpengaruh pada hasilnya bukan? Toh saya tidak ikut serta di dalamnya. Saya memikirkan sesuatu yang teramat parah. Saya berpikir bagaimana saya menarik diri saya dari semua perlombaan yang ada, dari semua kegiatan yang ada sama seperti seseorang yang harusnya menjadi panutan bagi saya.

Saya berencana keluar dari semua kegiatan yang saya punya, saya muak mungkin bisa di bilang begitu. Tapi kenapa? Saya merasa tidak bisa menempatkan diri saya di antara anggota-anggota komunitas saya. Atau memang hanya saya saja yang merasa seperti itu dan menjadikan diri saya sendiri seperti itu. Itu adalah hal yang salah, saya tahu benar. Tapi saya memikirkan hal itu!!!

Saya berpikir, bahwa kegiatan itu membuang waktu saya terutama untuk belajar. Mengacaukan konsentrasi saya pada satu hal yang saya pegang. Dan saya tidak memedulikan akibat yang lainnya lagi. Dan sekarang saya mengerti, kalau saya melepaskan itu semua, saya akan menjadi an-sos a.k.a. anti sosial. Padahal untuk masa depan, sosialisasi itu sangat dibutuhkan, dan itu merupakan salah satu kelemahan saya di balik semua kelemahan yang ada di dalam diri saya sendiri. 

Bagaimana caranya berkomunikasi yang benar? Berkomunikasi yang baik? Saya selalu bingung bila bertemu teman. Harus membicarakan apa? Sesuatu yang di luar jangkauan saya adalah ini. Saya harus belajar bagaimana berkomunikasi yang baik dan benar. Belajar bersosialisasi dengan semua orang tidak terkecuali. Bagaimana untuk mencairkan suasana yang kaku dan tegang. Dan juga saya harus menanamkan kepada diri saya bahwa jangan terlalu mempedulikan pandangan orang lain. Untuk sebagai masukan/kritik boleh saja untuk memperbaiki sikap diri, tapi jangan sampai itu semua menghancurkan diri kamu sendiri!

Jadi, apakah saya mau berhenti atau lanjut???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar