Sudah belakangan ini, saya mencoba untuk mengendalikan emosi saya. Saya mencoba untuk lebih dan lebih bisa mengontrolnya. Tapi nyatanya mungkin belum bisa. Karena tidak jarang teman-teman terdekat saya, bahkan sahabat saya sendiri pun merasakannya. Saya bingung, karena semua menganggap saya gampang marah. Ketika saya diam saja, saya dibilang marah. Mau bagaimana lagi jika saya memang mempunyai wajah normal yang sangattt jutteeekkk.
Oke.. Saya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Saya mencoba untuk minta maaf kepada semuanya, apa yang telah saya lakukan, atau bagaimana saya bersikap yang tidak mengenakan bagi yang lainnya. Maafkan saya semuanya. Saya akan berusaha memperbaiki air muka saya. Semoga yang lainnya tidak menjadi salah paham. Namun, nyatanya itu tidak mudah sama sekali. Apa yang sudah tertanam dalam diri saya, tidak bisa berubah sampai saya harus mencakulnya begitu dalam sehingga terambil akar tersebut.
Saya pernah mempunyai pikiran, bagaimana kalau saya mencoba menarik diri dari semuanya ini. Bukan dalam arti menghilang, tapi mengurangi apa yang sudah ada. Saya akan gabut dalam kegiatan-kegiatan yang saya ikuti, lalu saya akan menghindari keramaian yang ada. Selalu berdiam diri dengan pikiran sendiri. Berbicara seperlunya dan seadanya. Menutup akses diri ke dunia luar dan terkungkung dalam dunia sendiri yang kian lama kian berat hawa yang melingkupinya. Lalu tiba saatnya saya tidak tahan lagi dengan keadaan tersebut, saya meledak bagaikan bom yang sudah lama tidak diaktifkan. Saya menjadi tidak peduli dengan diri sendiri dan sekitar saya. Saya menangis meraung-raung tanpa sebab yang jelas. Dan akhirnya saya tidak peduli dengan ke depannya.
Saya benar-benar mempunyai pikiran seperti itu. Tanpa ada dorongan dari orang lain. Tapi saya tau itu salah besar. Saya salah jika saya menempatkan diri seperti itu. Saya akan sangat menyesal nantinya seperti sekarang yang saya alami. Saya tidak bisa mengekspresikan diri saya seluas-luasnya, berteman sebanyak-banyaknya, terkurung dalam satu sarang yang benar-benar aman. Saya tidak mau ambil inisiatif, atau mungkin resiko untuk mencoba keluar, berkelana, mencari pengalaman baru. Saya menyesal akan hal itu. Waktu pun tidak memihak kepada saya, dan memang waktu menjadi panutan saya untuk hidup.
Sekarang, di tempat yang baru, di waktu yang masih ada, saya akan mencoba melakukan hal tersebut. Melakukan kegiatan yang ingin saya lakukan. Terbang bebas tanpa ada rasa takut demi mencapai langit tertinggi... :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar