Sudah dari kemarin saya menerima keputusan pergi untuk mengambil transkrip nilai. Tapi sampai sekarangpun saya masih merasa tegang tidak karuan. Saya mencoba melakukan hal sehari-hari seperti biasanya. Karena kemarin malam saya bergadang, jadi tadi pagi saya terlambat bangun. Saya langsung bangun, sate, lalu mandi. Tidak lupa juga melanjutkan tugas yang harus dikerjakan kemarin malam itu. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 07.30, itu tandanya saya harus berangkat dari asrama menuju kampus. Dan sayangnya teman sekamar saya belom siap apa-apa. Mandi pun belum. Dengan amat berat hati, saya berkata untuk berangkat duluan. Lalu saya berangkatlah menuju teman saya di tempat lain, tapi saya malah balik lagi ke kamar untuk menukar buku yang mau saya baca. Benar-benar tidak mujur, sarapan saya ketinggalan saat saya sudah berangkat. Ya sudahlah saya merelakannya. Kuliah seperti biasa dari jam 8 pagi sampai dengan 12 siang. Tapi sayangnya sangat tidak efektif karena ada dosen yang tidak datang. Jadi banyak jam kosongnya. Nah saat-saat di sanalah saya mulai menggalau lagi akan hasil yang diberikan esok hari. Saya cerita kepada teman saya, namun dia berkata kepada saya untuk tenang, karena saya pasti mendapat nilai bagus untuk nilai transkrip nilai saya semester 1 ini. Namun, hati berkata lain, otak berkata lain, saya tahu apa yang sudah saya kerjakan selama ujian kemarin, sebisa apa saya menjawabnya dan sebanyak apa kesalahan dalam menjawab yang sudah saya prediksi. Saya memang sangat malas pada waktu itu , hanya sistem kebut semalam a.k.a SKS. Dan hasilnya tidak maksimal. Ya lalu saya pasrah saja dengan hasil yang ada.
Tiba waktu makan siang, saya pergi ke kantin dan mulai memilih apa yang mau saya makan. Hmm,, saya akhirnya memutuskan untuk makan baso malang Pak Alex!
Hap, hap,,
Tess, tess..
Begitulah, saya makan baso malang sambil menambah ingredients di makanan tersebut yaitu keringat saya. hahaha
Setelah selesai makan, akhirnya saya dan teman saya pergi menuju kampus lagi untuk mengikuti informasi tambahan tentang nilai akhir tersebut. Tapi sebelum itu, saya menangis. Saya tidak mengerti mengapa.
Pada awalnya, saya ingin duduk bareng teman saya tin-tin, tapi ternyata di sebelah kanan dan kirinya sudah diisi teman yang lain. Okey, saya duduk di depannya yang masih kosong, dan merupakan baris kedua dari depan. Fine.. Namun, saya lihat teman saya yang lain juga ada di belakang sekitar baris ke 4/5. Nah saya bertanya apakah di sebelah ada yang menempati, karena saya melihat 1 deret sudah di tag. Teman saya pertama bilang, itu A, ini B, itu C, ini kosong kok. Pertama-tama yang saya rasakan seperti mereka sangat kompak sekali, saya ingin sekali seperti itu. Dan sayangnya teman saya tin-tin tidak ngetag buat saya dan teman sekamar saya. Akhirnya saya kembali ke tempat duduk saya dengan perasaan sedikit kesal, ditambah pula karena kekhawatiran saya akan nilai transkrip yang akan dibagi.
Tik, tik, tik..
Berjatuhlah air mata, yang pada awalnya sedang biasa saja, tapi saya mulai pundung, dan tanpa sadar saya sudah menangis. Saya benar-benar bingung, kenapa saya bisa menangis. Masalah tempat duduk? Masalah nilai? Ternyata memang perasaan saya sedang kacau, sehingga saya sangat sensitive dan tidak mempedulikan orang lain. Jadi begitulah kejadiannya, semua orang mengerumuni.
"Maaf Je, Maaf,,"
hiks, hiks, hiks
"Ayo, itu buat kamu tempat duduknya."
hiks, hiks, hiks
Saya tidak tahu, saya tidak mau pindah tempat duduk lagi, saya khawatir dengan transkrip nilai, saya menangis,, tanpa penyebab yang jelas.
Kok bisa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar