Saya selalu percaya, bahwa saya bisa melakukannya, saya mampu melakukannya dengan baik, dengan tepat waktu, dengan semampu yang saya bisa dan saya bisa mencapai apa yang saya inginkan. Saya percaya, saya mampu. Tapi ada satu hal di dalam diri saya membuat semuanya mustahil. Saya bisa meninggalkan semuanya tanpa memikirkan atau khawtir sedikitpun, saya bisa melakukan suatu kesenangan di dalam dunia ini, meninggalkan jalan yang benar.
Saya selalu berpikir, bagaimana nanti saya ke depannya, mau diapakan hidup saya yang sudah berantakan ini. Semua ini salah saya, saya yang melakukan semuanya itu dan saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan. Saya tidak berhak untuk menghakimi orang lain bahkan Tuhan. Saya tidak berhak marah untuk segala apa yang saya dapat, apapun hasilnya. Saya hanya bisa merenung dalam kesedihan, keterpurukan di ruangan yang seperti tidak ada satu nyawapun di situ.
Berkali-kali saya berjanji pada Tuhan bahwa saya akan meninggalkan kedagingan dalam diri saya. "Tuhan, kalo saya dapat nilai bagus di dalam ujian ini, saya berjanji akan meninggalkan kedagingan saya"; "Tuhan, kalo saya lolos dalam lomba ini saya mau mengikuti jalan-Mu"; "Tuhan,,,,,". Semuanya bagi saya itu sekarang hanya janji dan omongan kosong yang tidak pernah tercapai. Saya hanya bertahan paling banter 1-2 minggu, setelah itu saya kumat lagi.
Saya harus melakukan apa, Tuhan? Saya tidak tau harus berbuat bagaimana? Seberapa kotor diri saya yang telah melakukan dosa yang amat berat di mata-Mu, saya tidak tau lagi. Dan dalam diri saya masih banyak kedagingan-kedagingan lain yang selalu menghampiri saya. Hanya Engkau yang memberi saya hidup di dunia, dan kepada Engkau saja harusnya saya sembahkan seluruh hidup dan jiwa saya. Saya harus tetapkan itu pada hidup saya sampai selama-lamanya.